Langsung ke konten utama

Produk Kolaboratif 1

Bagaimana Bila Indonesia Terserang Pandemi oleh Bakteri?

oleh Kelompok 6


Halo semuanya! Kami kelompok 6 dari kelas X MIPA 1 yang beranggotakan;
- Kezia Netania
- Jessica Julianne
- Marcelino Petra

Dalam kegiatan collaborative learning ini kita menggunakan tema BAGAIMANA BILA INDONESIA TERSERANG PANDEMI OLEH BAKTERI?

Pada bagian ini saya akan menjelaskan penjelasan biologi bakteri difteri.

Sebelum itu kita harus tahu bahwa bakteri adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Kemudian, apakah bakteri dan virus itu sama? Jawabannya adalah tidak, karena virus merupakan organisme yang memiliki sifat peralihan dari makhluk hidup dan benda mati yang dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. Sedangkan bakteri adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

Pertama kita akan membahas struktur tubuh bakteri;

1. Kapsul : Kapsul dan lapisan lendir berfungsi sebagai lapisan pelindung, menjaga sel dari kekeringan, membantu melekatkan diri pada substrat, dan menunjukkan virulensi suatu bakteri.

2. Dinding Sel : Serupa dengan kapsul, dinding sel juga berfungsi sebagai lapisan pelindung dan juga untuk mempertahankan bentuk sel bakteri.

3. Membran Plasma : Sifatnya semipermeabel dan berfungsi untuk mengatur keluar-masuknya zat ke dalam dan ke luar sel bakteri.

4. Pili : Fungsinya adalah untuk membantu perlekatan pada substrat dan penyaluran materi genetik pada saat konjugasi.

5. Flagela : Flagela yang juga disebut bulu cambuk terdapat pada dinding sel dan berfungsi sebagai alat gerak. 

6. Sitoplasma : Sitoplasma merupakan tempat terjadinya reaksi metabolisme pada bakteri.

7. Ribosom : Ribosom adalah organel kecil yang berfungsi sebagai tempat terjadinya sintesis protein.

8. Nukleoid : Nukleoid adalah nukleus semu tempat berkumpulnya DNA kromosomal bakteri.

9. Plasmid : Plasmid berfungsi dalam rekayasa genetika sebagai vektor yang membawa gen asing yang ingin disisipkan pada bakteri.

Berikutnya kita akan membahas reproduksi bakteri.



1.    Replikasi DNA dan elongasi. 

2.    Dinding sel dan membran plasma mulai membelah 

3.    Septum terbentuk dan DNA terpisah 

4.    Sel terpisah menjadi dua 


Bakteri difteri melakukan reproduksi aseksual, karena dapat menyebar dengan sangat cepat. Cara bakteri ini menyebar yaitu;

- Saat seseorang menghirup atau terkena percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk.

- Melalui barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.

- Melalui sentuhan langsung pada luka yang terinfeksi. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya kurang terjaga.


       Sekarang kita akan membahas tempat tinggal bakteri difteri dan gejalanya. Bakteri difteri disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheria yang biasanya berkembang biak di dekat tenggorokan. Dan berikut ini adalah gejalanya;

  • Sakit tenggorokan
  • Suara serak
  • Batuk

Bakteri ini dapat dicegah dengan cara imunisasi DPT, yaitu pemberian vaksin difteri yang dikombinasikan dengan vaksin tetanus dan batuk rejan (pertusis).

Tetapi, tidak semua bakteri dapat merugikan kita. Terdapat beberapa bakteri yang menguntungkan manusia, yaitu;

  • Rhizobium bersimbiosis pada akar leguminosarum untuk mengikat nitrogen. 
  • Azatobacter hidup di dalam tanah dan dapat mengikat nitrogen sehingga dapat menyuburkan tanah
  • Lactobacillus casei, untuk pembuatan keju dan yoghurt
  • Dll.

Lalu, bagaimana cara kita mengetahui jumlah bakteri setelah pertumbuhan?

Bakteri dan virus dapat berkembang biak dalam tubuh kita, jumlahnya menjadi semakin banyak. Pertumbuhan bakteri adalah reproduksi aseksual dan disebut dengan pembelahan biner. Pembelahan biner berlangsung dengan interval yang teratur dengan penambahan atau kelipatan secara eksponensial. Fase pertumbuhan bakteri merupakan fase pembelahan bakteri yang melalui beberapa fase yaitu, Fase lag, Fase Logaritma/Eksponensial, Fase Stasioner dan Fase Kematian. Di sini kami akan membahas tentang Fase Logaritma/ eksponensial yang ditandai dengan terjadinya periode pertumbuhan yang cepat. Setiap sel dalam populasi membelah menjadi dua sel. Variasi derajat pertumbuhan bakteri pada fase eksponensial ini sangat dipengaruhi oleh sifat genetik yang diturunkannya.

Contoh penggunaan logaritma dalam menghitung pertumbuhan bakteri adalah awalnya ada 5.000 bakteri dalam tubuh seseorang dan berlipat ganda setiap 3 menit. Keesokan harinya kembali cek di laboratorium dan setelah hasil keluar, ternyata bakteri dalam tubuh sudah berkembangbiak menjadi 14.000. Jangka waktu yang dibutuhkan bakteri untuk berkembangbiak menjadi 14.000 adalah 4,455 menit atau 4 menit 27,3 detik. Untuk menghitungnya kita menggunakan sifat logaritma;

1. log a/b = log a - log b

2. alog bn = n . alog b

3. log (a x b) = log a + log b


Lalu, apa yang akan pemerintah lakukan untuk mengatasi hal ini?

Dalam hal ini bakteri bisa saja merupakan Wabah Penyakit Menular. Jika ini terjadi di Indonesia tentunya pemerintah tidak akan tinggal diam. Pemerintah akan melibatkan masyarakat untuk bekerjasama dalam menanggulanginya. Karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah melainkan tanggung jawab bersama.

Dikarenakan wabah penyebarannya dapat berlangsung secara cepat, baik melalui perpindahan, maupun kontak langsung atau karena jenis juga sifat dari kuman penyebab penyakit wabah itu sendiri, maka penanggulangan harus dilakukan sejak dini untuk mencegah terjadinya KLB atau kejadian luar biasa yang dapat berakhir dengan kekacauan.

Dalam hal ini pemerintah juga sudah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1501/ MENKES/PER/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu. Pemerintah memiliki hak dan kewajiban dalam menanggulangi pandemi. Diantaranya adalah:

~ Kewajiban:

  • Memperhatikan kesehatan masyarakat
  • Memberikan bantuan sosial kepada masyarakat
  • Memastikan bahwa fasilitas juga layanan rumah sakit ada ataupun tersedia
  • Memastikan layanan kesehatan memenuhi standar kesehatan
  • Memastikan layanan kesehatan dapat dijangkau semua kalangan masyarakat
    ~ Dengan ini pemerintah juga memiliki hak yaitu hak untuk membuat dan melaksanakan peraturan dalam menghadapi pandemi.

Sementara itu publik pun berperan besar dalam penanggulangan pandemi. Kewajiban kita adalah memperhatikan diri sendiri dan satu sama lain dengan menjaga pola hidup sehat dan melakukan hal sesuai yang dianjurkan oleh badan Kesehatan. Juga perlu memastikan bahwa kewajiban pemerintah di berikan kepada masyarakat. Melakukan pengawasan publik dan berpartisipasi positif untuk turut bekerjasama dalam menanggulangi wabah penyebaran tersebut.

        Dengan ini, Indonesia bisa cepat berehabilitasi bila kita kooperatif dalam menanggulangi wabah penyebaran bakteri yang dapat menyebabkan penyakit bahkan kematian tersebut.

        Pemerintah juga sudah mulai berupaya untuk mendatangkan vaksin dari beberapa negara untuk mengatasi pandemi ini. Presiden Indonesia ke-7 yang menjabat sejak 20 Oktober 2014 sampai sekarang yaitu Presiden Joko Widodo juga sudah mengeluarkan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi. Negara berupaya untuk mengelola vaksinasi mulai dari pendanaan, pengadaan sampai dengan distribusinya. Pak Joko Widodo atau biasa dipanggil Pak Jokowi mengatakan bahwa kunci menghadapi pandemi adalah sikap optimis dan pantang menyerah. Selain itu, kita juga harus selalu mengikuti protokol kesehatan, serta mengurangi bepergian jika tidak terlalu penting.

Joko Widodo lahir pada 21 Juni 1961 di Surakarta, Jawa Tengah. Berasal dari keluarga yang sangat sederhana membuat Jokowi merasakan hidup yang sulit dan keras. Jokowi pernah mempunyai pekerjaan-pekerjaan kecil seperti kuli panggul, ojek payung, serta tukang gergaji. Setelah lulus kuliah, Jokowi merintis usaha kayu mebel yang sempat mengalami pasang surut bahkan hampir bangkrut. Setelah itu Jokowi pun bangkit dan sukses menjadi pengusaha ekspor mebel.

Lalu, Jokowi terjun ke dunia politik, menjadi walikota di Solo, ia pun dikenal sebagai pemimpin ‘blusukan’ yaitu sering berkeliling melihat langsung keadaan kotanya. Setelah itu, Jokowi melanjutkan karir politiknya menjadi Gubernur DKI Jakarta, bahkan sampai menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-7. Jokowi merupakan sosok yang menarik perhatian karena ia berhasil bangkit dari hidupnya yang susah saat muda dengan kepribadiannya yang sederhana. Ia bahkan berhasil menjadi orang nomor satu di Indonesia dalam waktu kurang dari sepuluh tahun.


Nah, sekarang, bagaimana kalau Indonesia terserang pandemi oleh bakteri? Jawabannya, mungkin keadaan kita akan sama seperti pandemi yang disebabkan oleh virus Covid-19 yang terjadi sepanjang tahun 2020. Karantina di rumah, protokol kesehatan yang banyak seperti memakai masker, sering mencuci tangan, social distancing, dan lainnya. 

Marilah kita bersama-sama mengikuti dan menaati protokol-protokol kesehatan dengan baik.


Sekian penjelasan dari kami, terima kasih.

Komentar

  1. Tambahan untuk menghadapi pendemi salah satunya juga jaga kesehatan dengan makan makanan & minuman sehat dan rajin menggerakkan badan secukupnya

    BalasHapus
  2. Hati yg gembira adalah obat obat melawan bakteri virus

    BalasHapus
  3. Menjaga makanan tetap bergizi, tidur cukup, olahraga, minum vitamin ,positif thingking

    BalasHapus

Posting Komentar