Papua Jangan Pergi...
oleh kelompok 8
Anggota;
Agnes Debora (01)
Jessica Julianne (19)
Juanchim Geraldine (21)

Irian Jaya atau yang sekarang disebut Papua dulunya tidak termasuk dalam daerah atau wilayah NKRI, melainkan dikuasai oleh Belanda. Papua baru masuk ke wilayah NKRI setelah adanya Perjanjian New York pada tanggal 15 Agustus 1962. Perjanjian ini berisi penyerahan Papua bagian barat dari Belanda melalui United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). Tanggal 1 Mei 1963 Papua bagian barat pun kembali ke Indonesia. Di bawah ini ada cerita tentang asal usul ditemukannya Irian Jaya;
Asal Usul Irian
Dahulu, ada seseorang bernama Mananamakrdi yang diusir dari kampungnya yaitu Kampung Sopen karena penyakit kudis yang ia derita. Ia akhirnya tinggal di Pulau Miokbudi di Biak Timur dan membangun rumah di sana. Tak lama setelah itu bahan makanannya
dicuri oleh sosok peri.
Mananamakrdi pun meminta agar penyakit kudisnya sembuh dan ia
juga ingin mendapat istri yang cantik.
Dengan berbagai perjalanan, ternyata memang terbukti benar, ia sembuh dan
memiliki istri. Mananamakrdi memiliki seorang anak yang
pada suatu hari menemukan daratan Papua yang diteriaki Iriaan iriaan yang dalam bahasa Biak berarti panas,
dan setelah itu Pulau Papua disebut Irian.
Setelah
mengetahui asal usul Irian Jaya, sekarang kita akan membahas perjalanan dari Jakarta
di Jawa Barat ke Jayapura di Papua.
Di sini anggap saja kita akan
melewati jalur udara yaitu dengan pesawat. Kita berangkat dari Bandara
Soekarno-Hatta di Tangerang, transit di Bandara Sultan Hasanuddin di
Makassar, lalu ke Bandara Sentani di Jayapura. Titik pangkal atau asalnya yaitu Jakarta yang kita anggap A, lalu Makassar adalah B, dan titik ujung atau titik terminalnya adalah Jayapura yang dianggap C. Rute perjalanan
ini bisa kita lihat di gambar membentuk operasi vektor.
Tapi sayangnya, karena beberapa alasan, Papua ingin lepas dari NKRI dan merdeka sendiri. Alasan-alasan tersebut yaitu Papua merasa dirugikan oleh para pendatang, Papua merasa budayanya memiliki
banyak kesamaan dengan Papua Nugini dan negara-negara di timur Pasifik, serta
Papua merasa bahwa mereka kurang mendapat kendali atas sumber daya alam yang
mereka miliki. Selain itu juga SDA di Papua terutama ekosistem di air terancam
karena adanya pencemaran dari limbah pertambangan. Tapi, apa itu ekosistem?
Ekosistem adalah suatu
sistem ekologi yang
terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan
lingkungannya. Pada umumnya, ekosistem ada 3, yaitu ekosistem air,
darat, dan buatan. Ekosistem terdiri dari komponen abiotik (yang berupa benda
mati) dan biotik (makhluk hidup). Di sini kami akan membahas ekosistem air,
tepatnya jaring-jaring makanan di sungai. Sebagai
contoh, tanaman air atau alga dimakan oleh ikan kecil, udang dan siput.
Kemudian hewan tersebut dimakan oleh ikan besar, kodok atau ular. Bebek dan
bangau bisa memakan udang, kodok dan ikan besar. Ular, bangau dan ikan besar
bisa dimakan oleh burung elang.
Dari
paragraf sebelumnya, bisa kita lihat ada dua interaksi yang terjadi. Yang pertama
adalah predasi, yaitu interaksi antara pemangsa dan mangsanya. Contoh predasi yaitu burung elang yang
memakan ular, bangau, dan ikan besar. Yang kedua adalah kompetisi, yaitu
persaingan antara dua atau lebih makhluk hidup atau spesies. Contoh kompetisi yang
bisa kita lihat yaitu seperti ikan kecil, udang, dan siput sama-sama makan alga.
Kerusakan
lingkungan dapat terjadi karena aktivitas manusia seperti pengambilan SDA secara berlebihan untuk pemenuhan
kebutuhan hidup ataupun aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti
penebangan dan alih fungsi hutan, pertambangan, maupun pencemaran udara,
air, dan tanah. Contohnya adalah jika pertambangan di Papua dilakukan dengan kurang hati-hati dan berlebihan, dapat menyebabkan kerusakan alam
dan kerugian bagi manusia yang hidup di sekitar area pertambangan. Contoh dari
pencemaran air yaitu limbah tambang dan sampah yang dibuang secara tidak
bertanggung jawab ke perairan seperti sungai. Makhluk yang hidup di air dapat tidak sengaja memakan sampah, makhluk
hidup di darat juga bisa terancam jika mereka meminum air sungai yang sudah
tercemar. Sehingga hal ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem.
Integrasi nasional adalah hasrat dan kesadaran untuk memulai proses
persatuan wilayah dan bangsa yang di dalamnya terdapat sebuah perbedaan.
- Faktor pendorong integrasi nasional ; keinginan untuk bersatu yang
dilandasi oleh rasa cinta tanah air, keinginan mewujudkan ideologi nasional,
budaya gotong royong, serta antisipasi ancaman asing.
- Faktor penghambat integrasi nasional ; wilayah Indonesia yang begitu
luas, masyarakat yang begitu beragam, kuatnya paham etnosentrisme, tidak
meratanya pembangunan, serta mulai tergerusnya budaya asli.
Nah, keinginan Papua untuk lepas dari NKRI tadi bisa termasuk tantangan integrasi nasional. Papua sudah termasuk dalam bagian NKRI dan seharusnya bisa bersatu dengan bagian dan wilayah NKRI yang lain. Jika Papua lepas dari NKRI, pastinya ada beberapa pihak yang tidak setuju sehingga akan menghambat integrasi nasional, bahkan menimbulkan perpecahan.
Selain itu, kita juga harus memperbaiki beberapa relasi yang ada. Relasi adalah hubungan antara anggota suatu himpunan yang satu dengan
anggota himpunan yang lainnya. Relasi-relasi yang harus
diperbaiki yaitu relasi
antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah se-Papua (terutama antara Jakarta-Jayapura), relasi dan kerjasama antara pemerintah daerah lain
dengan pemerintah Papua, relasi antara pemerintah (baik pusat maupun daerah) dengan masyarakat, serta relasi antar masyarakat.
Selanjutnya,
fungsi merupakan relasi yang memasangkan tiap anggota himpunan daerah asal ke
tepat satu himpunan daerah kawannya. Hubungan atau relasi antara pemerintah
pusat, pemerintah daerah, pemerintah Papua, serta masyarakat Papua dengan
sesama masyarakat Papua dapat dianggap sebagai fungsi. Alasannya
adalah karena semua anggota domain atau daerah asal (pemerintah pusat,
pemerintah daerah lain, pemerintah daerah Papua, masyarakat) memiliki pasangan, yaitu pemerintah dan masyarakat Papua.
Setelah mengetahui bahwa Papua
ingin lepas dari NKRI dan memperoleh kemerdekaannya sendiri, apa yang bisa
dilakukan untuk mencegah hal tersebut? Jawabannya adalah membangun integrasi nasional dengan cara menjaga persatuan dan kesatuan kita. Caranya adalah meningkatkan rasa toleransi, menghargai segala keberagaman yang ada di
Indonesia, mau ikut bermusyawarah, mau berbicara bersama untuk menyelesaikan
masalah. Kepedulian satu sama lain juga penting agar kita bisa saling membantu dan meningkatkan kebersamaan dan persatuan. Kita harus membuat masyarakat Papua merasa bahwa mereka adalah saudara kita dan merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sekian dan Terima Kasih
👍🏻👍🏻👍🏻
BalasHapusMantap writer👍
BalasHapuskerenn👍
BalasHapus👍🏻👍🏻👍🏻
BalasHapus👍👍
BalasHapus👏👏👏😊😊😊👍👍👍
BalasHapusGG gemink adik2
BalasHapus👍
BalasHapuskerennn bagus banget 😍
BalasHapus